
Narrated Abu Muisa Al-Ash`ari:
The Prophet said, “Feed the hungry, visit the sick, and set free the captives.”
”
“Aku masih butuh cahaya itu
lebih dari perlu
untukku pimpin si hening yang penuh tawa pilu”
Mereka pulang berbagi cerita
hanya menanti nestapa
terjatuh tergadai yang perlu
didasari hati yang malu
Kalau bisa didatangi juga
usah kau berpura-pura
itu hanya cerita lama
kerna mereka sama saja
Tiba nanti letusan ketiga
kemusnahan penuh meraja
dimana larimu nanti
kalau tiada diisi kini
menyanjung tinggi si-akal
yang hati-nya mati
segera kau menghadap yang kekal
jangan kau merintih dikemudian nanti
“Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu.”
“Diribut runduklah padi
Dicupak datuk Temenggung
Hidup kalau tidak berbudi
Duduk tegak kemari canggung
Tegak rumah karena sendi
Runtuh budi rumah binasa
Sendi bangsa ialah budi
Runtuh budi runtuhlah bangsa
”

Hembusan nafas yang sama meski terpuruk di sudut-sudut dan sisi-sisi dunia lainnya.
” masih tidak dianggap kejam kerana kecintaan memimpin tangan suci untuk digenggam dan dibawa “.
p/s : If you’re feeling sad, I’ll stay with you, And if you’re scared, I’ll hold your hand..
Like I know you’d do for me too ( beautiful lyric )